Yayasan Dharma Lestari


LATAR BELAKANG PENDIRIAN

Menyadari bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang masih sangat tertinggal dalam bidang pendidikan dibandingkan dengan Negara-negara lain. Keterpurukan bidang pendidikan ini ditambah lagi dengan keterpurukan dalam sektor perekonomian ummat, Sehingga umat tidak dapat mengakses pendidikan secara maksimal. Kondisi inilah yang memberikan dorongan kuat bagi berbagai kalangan untuk dapat secara serius memberikan jalan keluar bagi anak-anak yang tidak mampu agar dapat mengakses pendidikan secara optimal, yang di antaranya adalah Yayasan Sosial Yatim Piatu Dharma Lestari

Yayasan Sosial Yatim Piatu Dharma Lestari, yang kini telah berganti nama menjadi Yayasan Dharma Lestari, memusatkan perhatian pada bidang pendidikan, baik formal maupun nonformal (keagamaan). Hal ini didasari oleh keyakinan bahwa pendidikan adalah fondasi utama bagi keberhasilan hidup individu, kemajuan masyarakat, dan kejayaan suatu bangsa. Arah maju atau mundurnya suatu peradaban sangat ditentukan oleh sejauh mana kualitas pendidikannya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Barang siapa menginginkan dunia, maka haruslah dengan ilmu, barang siapa menginginkan akhirat, maka haruslah dengan ilmu dan barang siapa menginginkan keduanya maka haruslah dengan ilmu”.

Dari sinilah dorongan dan tekad tulus Bapak Haji Darmo Supono untuk mendirikan Yayasan Sosial Yatim Piatu Dharma Lestari yang menaungi Pondok Pesantren Agro Nuur ElFalah, SMP Dharma Lestari, dan SMK-SPP Dharma Lestari. Beliau merupakan seorang tokoh asal Boyolali, pendiri tunggal yayasan ini, yang didirikan sebagai wujud syukur mendalam kepada Allah SWT atas limpahan taufik, hidayah, dan karunia-Nya dalam perjalanan usaha yang beliau tempuh hingga saat ini.

Yayasan ini menerapkan sistem subsidi silang, di mana keluarga yang mampu memberikan infaq dan sedekah, sementara anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan layanan pendidikan secara cuma-cuma tanpa dipungut biaya, dengan syarat membawa surat keterangan tidak mampu dari kelurahan. Fasilitas yang diberikan mencakup kebutuhan belajar secara menyeluruh, mulai dari tempat tinggal (asrama), pakaian, makanan, hingga kebutuhan dasar lainnya. Hal ini menjadi faktor pendorong semangat para santri dalam mengikuti seluruh kegiatan yang telah dirancang oleh yayasan dan pondok pesantren.

Pada awal berdirinya pada Juli 2002, yayasan ini hanya menampung 53 anak dari daerah

daerah yang terdampak konflik, seperti Aceh, Poso, dan Nusa Tenggara Timur. Seiring waktu, yayasan ini mempertimbangkan untuk membuka penerimaan bagi santri dari wilayah lain, seperti Salatiga, Kabupaten Semarang, Magelang, dan daerah sekitarnya. Hingga saat ini, jumlah santri yang ditampung telah mencapai kurang lebih 176 anak.

H. Darmo Supono

H. Darmo Supono

Pendiri Pondok Pesantren

Nama : Pondok Pesantren Agro Nuur El-Falah
Alamat : Jl. Dipomenggolo RT04/RW05, Pulutan
Kecamatan : Sidorejo
Kab/Kota : Salatiga

Berita Terbaru


Ingin Konsultasi? Chat kami via Whatsapp